<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Zone's me</title>
	<atom:link href="http://aditpunya.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aditpunya.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 Dec 2009 16:40:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='aditpunya.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Zone's me</title>
		<link>http://aditpunya.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://aditpunya.wordpress.com/osd.xml" title="Zone&#039;s me" />
	<atom:link rel='hub' href='http://aditpunya.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Memberi Dari Sekarang</title>
		<link>http://aditpunya.wordpress.com/2009/12/19/memberi-dari-sekarang/</link>
		<comments>http://aditpunya.wordpress.com/2009/12/19/memberi-dari-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 16:40:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditpunya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kiasan Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aditpunya.wordpress.com/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[Bila tak seorang pun berbelas kasih pada kesulitan anda.Atau, tak ada yang mau merayakan keberhasilan anda.Atau tak seorang pun bersedia mendengarkan, memandang,memperhatikan apa pun pada diri anda. Jangan masukkan ke dalam hati. Manusia selalu disibukkan oleh urusannya sendiri.Manusia kebanyakan mendahulukan kepentingannya sendiri.Anda tak perlu memasukkan itu ke dalam hati.Karena hanya akan menyesakkan dan membebani langkah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditpunya.wordpress.com&amp;blog=5627575&amp;post=204&amp;subd=aditpunya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bila tak seorang pun berbelas kasih pada kesulitan anda.Atau, tak ada yang mau merayakan keberhasilan anda.Atau tak seorang pun bersedia mendengarkan, memandang,memperhatikan apa pun pada diri anda. Jangan masukkan ke dalam hati.</p>
<p>Manusia selalu disibukkan oleh urusannya sendiri.Manusia kebanyakan mendahulukan kepentingannya sendiri.Anda tak perlu memasukkan itu ke dalam hati.Karena hanya akan menyesakkan dan membebani langkah anda.Ringankan hidup anda dengan memberi pada orang lain.<br />
Semakin banyak anda memberi semakin mudah anda memikul hidup ini.</p>
<p>Berdirilah di depan jendela, pandanglah keluar.Tanyakan pada diri sendiri, apa yang bisa anda berikan pada dunia ini.Pasti ada alasan kuat mengapa anda hadir di sini.Bukan untuk merengek atau meminta dunia menyanjung anda.</p>
<p>Keberadaan anda bukan untuk kesia-siaan.Bahkan seekor cacing pun dihidupkan untuk menggemburkan tanah.Dan, sebongkah batu dipadatkan untuk menahan gunung.</p>
<p>Alangkah hebatnya anda dengan segala kekuatan yang takdimiliki siapapun untuk mengubah dunia. Itu hanya terwujud bila anda mau memberikannya</p>
<p>sumber:www.gsog.org</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aditpunya.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aditpunya.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aditpunya.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aditpunya.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aditpunya.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aditpunya.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aditpunya.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aditpunya.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aditpunya.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aditpunya.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aditpunya.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aditpunya.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aditpunya.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aditpunya.wordpress.com/204/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditpunya.wordpress.com&amp;blog=5627575&amp;post=204&amp;subd=aditpunya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aditpunya.wordpress.com/2009/12/19/memberi-dari-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afa993de563baac7dde5c24100536dbd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aditpunya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Batu dan Bisikan</title>
		<link>http://aditpunya.wordpress.com/2009/01/01/batu-dan-bisikan/</link>
		<comments>http://aditpunya.wordpress.com/2009/01/01/batu-dan-bisikan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 2009 19:08:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditpunya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[Seri TAUZIYAH]]></category>
		<category><![CDATA[Tahukah Anda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aditpunya.wordpress.com/2009/01/01/batu-dan-bisikan/</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika, tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli mobil mewah, sebuah Jaguar yang mengkilap. Kini, sang pengusaha, sedang menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu. Dengan kecepatan penuh, dipacunya kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar. Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang bermain sambil melempar sesuatu. Namun, karena berjalan terlalu kencang, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditpunya.wordpress.com&amp;blog=5627575&amp;post=197&amp;subd=aditpunya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:justify;"><a href="http://2.bp.blogspot.com/_vHUMOBC9uaI/SV0VSTiZPHI/AAAAAAAAAno/QEiF20i_d7Y/s1600-h/sepi.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:300px;height:214px;margin:0 auto 10px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vHUMOBC9uaI/SV0VSTiZPHI/AAAAAAAAAno/QEiF20i_d7Y/s320/sepi.jpg" alt="" border="0" /></a>Suatu ketika, tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli mobil mewah, sebuah Jaguar yang mengkilap. Kini, sang pengusaha, sedang menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu. Dengan kecepatan penuh, dipacunya kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar.</p>
<p> Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang bermain sambil melempar sesuatu. Namun, karena berjalan terlalu kencang, tak terlalu diperhatikannya anak-anak itu. Tiba-tiba, dia melihat sesuatu yang melintas dari arah mobil-mobil yang di parkir di jalan. Tapi, bukan anak-anak itu yang tampak melintas. Aah&#8230;, ternyata, ada sebuah batu yang menimpa Jaguar itu. Sisi pintu mobil itupun koyak, tergores batu yang dilontarkan seseorang.</p>
<p> Cittt&#8230;.ditekannya rem mobil kuat-kuat. Dengan geram, di mundurkannya mobil itu menuju tempat arah batu itu di lemparkan. Jaguar yang tergores, bukanlah perkara sepele. Apalagi, kecelakaan itu dilakukan oleh orang lain, begitu pikir sang pengusaha dalam hati. Amarahnya memuncak. Dia pun keluar mobil dengan tergesa-gesa. Di tariknya seorang anak yang paling dekat, dan di pojokkannya anak itu pada sebuah mobil yang diparkir.</p>
<p> &#8220;Apa yang telah kau lakukan!!! Lihat perbuatanmu pada mobil kesayanganku!!&#8221; Lihat goresan itu&#8221;, teriaknya sambil menunjuk goresan di sisi pintu. &#8220;Kamu tentu paham, mobil baru semacam itu akan butuh banyak ongkos di bengkel kalau sampai tergores.&#8221; Ujarnya lagi dengan geram, tampak ingin memukul anak itu.</p>
<p> Sang anak tampak ketakutan, dan berusaha meminta maaf. &#8220;Maaf Pak, Maaf. Saya benar-benar minta maaf. Sebab, saya tidak tahu lagi harus melakukan apa.&#8221; Air mukanya tampak ngeri, dan tangannya bermohon ampun. &#8220;Maaf Pak, aku melemparkan batu itu, karena tak ada seorang pun yang mau berhenti&#8230;.&#8221;<br /><span class="fullpost"><br /> Dengan air mata yang mulai berjatuhan di pipi dan leher, anak tadi menunjuk ke suatu arah, di dekat mobil-mobil parkir tadi. &#8220;Itu disana ada kakakku. Dia tergelincir, dan terjatuh dari kursi roda. Aku tak kuat mengangkatnya, dia terlalu berat. Badannya tak mampu kupapah, dan sekarang dia sedang kesakitan..&#8221;</p>
<p> Kini, ia mulai terisak. Dipandanginya pengusaha tadi. Matanya berharap pada wajah yang mulai tercenung itu. &#8220;Maukah Bapak membantuku mengangkatnya ke kursi roda? Tolonglah, kakakku terluka, tapi dia terlalu berat untukku.&#8221;</p>
<p> Tak mampu berkata-kata lagi, pengusaha muda itu terdiam. Kerongkongannya tercekat. Ia hanya mampu menelan ludah. Segera, di angkatnya anak yang cacat itu menuju kursi rodanya. Kemudian, diambilnya sapu tangan mahal miliknya, untuk mengusap luka di lutut anak itu. Memar dan tergores, sama seperti sisi pintu Jaguar kesayangannya.</p>
<p> Setelah beberapa saat, kedua anak itu pun berterima kasih, dan mengatakan bahwa mereka akan baik-baik saja. &#8220;Terima kasih, dan semoga Tuhan akan membalas perbuatanmu.&#8221; Keduanya berjalan beriringan, meninggalkan pengusaha yang masih nanar menatap kepergian mereka. Matanya terus mengikuti langkah sang anak yang mendorong kursi roda itu, melintasi sisi jalan menuju rumah mereka.</p>
<p> Berbalik arah, pengusaha tadi berjalan sangat perlahan menuju Jaguar miliknya. Disusurinya jalan itu dengan lambat, sambil merenungkan kejadian yang baru saja di lewatinya. Kerusakan yang dialaminya bisa jadi bukanlah hal sepele. Namun, ia memilih untuk tak menghapus goresan itu. Ia memilih untuk membiarkan goresan itu, agar tetap mengingatkannya pada hikmah ini. Ia menginginkan agar pesan itu tetap nyata terlihat: &#8220;Janganlah melaju dalam hidupmu terlalu cepat, karena, seseorang akan melemparkan batu untuk menarik perhatianmu.&#8221;</p>
<p> Teman, sama halnya dengan kendaraan, hidup kita akan selalu berputar, dan dipacu untuk tetap berjalan. Di setiap sisinya, hidup itu juga akan melintasi berbagai macam hal dan kenyataan. Namun, adakah kita memacu hidup kita dengan cepat, sehingga tak pernah ada masa buat kita untuk menyelaraskannya untuk melihat sekitar?</p>
<p> Tuhan, akan selalu berbisik dalam jiwa, dan berkata lewat kalbu kita. Kadang, kita memang tak punya waktu untuk mendengar, menyimak, dan menyadari setiap ujaran-Nya. Kita kadang memang terlalu sibuk dengan bermacam urusan, memacu hidup dengan penuh nafsu, hingga terlupa pada banyak hal yang melintas.</p>
<p> Teman, kadang memang, ada yang akan &#8220;melemparkan batu&#8221; buat kita agar kita mau dan bisa berhenti sejenak. Semuanya terserah pada kita. Mendengar bisikan-bisikan dan kata-kata-Nya, atau menunggu ada yang melemparkan batu-batu itu buat kita.<br /></span></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aditpunya.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aditpunya.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aditpunya.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aditpunya.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aditpunya.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aditpunya.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aditpunya.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aditpunya.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aditpunya.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aditpunya.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aditpunya.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aditpunya.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aditpunya.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aditpunya.wordpress.com/197/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditpunya.wordpress.com&amp;blog=5627575&amp;post=197&amp;subd=aditpunya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aditpunya.wordpress.com/2009/01/01/batu-dan-bisikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afa993de563baac7dde5c24100536dbd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aditpunya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_vHUMOBC9uaI/SV0VSTiZPHI/AAAAAAAAAno/QEiF20i_d7Y/s320/sepi.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kelakuan Orang</title>
		<link>http://aditpunya.wordpress.com/2009/01/01/kelakuan-orang/</link>
		<comments>http://aditpunya.wordpress.com/2009/01/01/kelakuan-orang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 2009 18:56:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditpunya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kata - kata Bijak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aditpunya.wordpress.com/2009/01/01/kelakuan-orang/</guid>
		<description><![CDATA[Orang baik belum tentu baik dan orang jelek belum tentu jelek kelakuannya. Apa yang bisa di lihat dan didengar tidaklah sama dengan apa yang sebenarnya ada di dalam dan yang akan dilakukan oleh orang yang bersangkutan di masa depan&#8221; (Don&#8217;t be bad person, but don&#8217;t also be good person. It&#8217;s okey be bad person as [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditpunya.wordpress.com&amp;blog=5627575&amp;post=196&amp;subd=aditpunya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Orang baik belum tentu baik dan orang jelek belum tentu jelek kelakuannya. Apa yang bisa di lihat dan didengar tidaklah sama dengan apa yang sebenarnya ada di dalam dan yang akan dilakukan oleh orang yang bersangkutan di masa depan&#8221; (Don&#8217;t be bad person, but don&#8217;t also be good person. It&#8217;s okey be bad person as long as obey the law in your country) <span class="fullpost"> </p>
<p></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aditpunya.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aditpunya.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aditpunya.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aditpunya.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aditpunya.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aditpunya.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aditpunya.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aditpunya.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aditpunya.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aditpunya.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aditpunya.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aditpunya.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aditpunya.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aditpunya.wordpress.com/196/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditpunya.wordpress.com&amp;blog=5627575&amp;post=196&amp;subd=aditpunya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aditpunya.wordpress.com/2009/01/01/kelakuan-orang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afa993de563baac7dde5c24100536dbd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aditpunya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Impian Kita</title>
		<link>http://aditpunya.wordpress.com/2008/12/30/impian-kita-2/</link>
		<comments>http://aditpunya.wordpress.com/2008/12/30/impian-kita-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2008 19:08:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditpunya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kiasan Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aditpunya.wordpress.com/2008/12/30/impian-kita-2/</guid>
		<description><![CDATA[Ketika kita masih muda, kita memiliki impian-impian dan harapan-harapan. Kita membayangkan banyak hal, kita terus berpikir tentang apa yang kita inginkan, apa yang kita ingin kerjakan, apa yang membuat kita bangga dan bahagia dan apa jadinya kita kemudian. Kita bertumbuh, dan banyak hal sepertinya memiliki jalannya sendiri-sendiri. Kita menerima keberhasilan dan kegagalan kita dan maju [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditpunya.wordpress.com&amp;blog=5627575&amp;post=195&amp;subd=aditpunya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://1.bp.blogspot.com/_vHUMOBC9uaI/SVpyRsA289I/AAAAAAAAAnc/InDpDdWqk40/s1600-h/migrate_in_dream_by_liquidkid1.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:hand;width:300px;height:300px;margin:0 auto 10px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vHUMOBC9uaI/SVpyRsA289I/AAAAAAAAAnc/InDpDdWqk40/s320/migrate_in_dream_by_liquidkid1.jpg" border="0" /></a>Ketika kita masih muda, kita memiliki impian-impian dan <br />harapan-harapan. Kita membayangkan banyak hal, kita terus <br />berpikir tentang apa yang kita inginkan, apa yang kita ingin <br />kerjakan, apa yang membuat kita bangga dan bahagia dan apa <br />jadinya kita kemudian.</p>
<p>Kita bertumbuh, dan banyak hal sepertinya memiliki jalannya <br />sendiri-sendiri. Kita menerima keberhasilan dan kegagalan <br />kita dan maju terus. Perubahan yang cepat, kebutuhan untuk <br />melakukan hal-hal yang penting, pekerjaan, tekanan dan <br />kegagalan, semuanya membinasakan sebagian dari visi kita.</p>
<p>Banyak hal telah berubah, tapi tidak dapat mengambil alih <br />impian kita. Kita masih harus bermimpi, membayangkan hasrat <br />kita, keinginan kita, visi kita di masa depan, bahkan ketika <br />kita dianggap terlalu tua untuk melakukan hal-hal seperti ini.</p>
<p>Kolonel Sanders memulai usahanya ketika dia berumur 60 tahun, <br />dan mulai meraih sukses yang menyeluruh dalam usaha KFC. <br />Hal utama bukanlah usia, apakah terlalu tua atau terlalu muda, <br />melainkan keinginan untuk terus bermimpi, dan keberanian untuk <br />menyadarinya.</p>
<p>Membayangkan dengan gamblang, membawanya dalam tidur, berpikir <br />terus menerus mengenainya, membicarakannya, merencanakannya, <br />menambah semua bumbu dalam mimpi-mimpi kita, hal ini akan <br />membawa kita lebih dekat dalam merealisasikan mimpi-mimpi kita.<br /><span class="fullpost"> <br />Entreprenership mulai dengan sebuah impian, sebuah keinginan <br />yang sederhana akan restaurant kecil, atau bisnis pengembang <br />real estate yang besar, atau sebuah pusat pendidikan bahasa <br />Inggris yang sedang-sedang saja, atau hanya usaha swakarsa <br />lainnya untuk memperoleh uang secara menyenangkan.</p>
<p>Kemampuan untuk bermimpi terus adalah salah satu kualitas yang <br />baik dari umat manusia yang tidak dimiliki oleh spesies yang <br />lain. Oleh karena itu, bermimpilah terus dan tetapkan batas <br />akhir; buatlah menjadi impian yang besar, yang kecil, yang <br />abadi, yang baru, yang berkaitan dengan hobby, yang merubah <br />hidup, yang religius, yang bodoh, yang jenius, atau apapun &#8230; <br />hanya teruslah bermimpi &#8230;. Kemudian, majulah dan kerjakan! <br />(submitted by Raymond Erwin, RaymondE@i&#8230;)<br /></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aditpunya.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aditpunya.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aditpunya.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aditpunya.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aditpunya.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aditpunya.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aditpunya.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aditpunya.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aditpunya.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aditpunya.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aditpunya.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aditpunya.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aditpunya.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aditpunya.wordpress.com/195/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditpunya.wordpress.com&amp;blog=5627575&amp;post=195&amp;subd=aditpunya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aditpunya.wordpress.com/2008/12/30/impian-kita-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afa993de563baac7dde5c24100536dbd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aditpunya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_vHUMOBC9uaI/SVpyRsA289I/AAAAAAAAAnc/InDpDdWqk40/s320/migrate_in_dream_by_liquidkid1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Terima Kasih</title>
		<link>http://aditpunya.wordpress.com/2008/12/30/terima-kasih/</link>
		<comments>http://aditpunya.wordpress.com/2008/12/30/terima-kasih/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2008 19:02:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditpunya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kata - kata Bijak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aditpunya.wordpress.com/2008/12/30/terima-kasih/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita dapat melihat bahwa bukan kebahagiaan yang membuat kita berterimakasih, namun rasa terima kasihlah yang membuat kita berbahagia. (Albert Clarke)<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditpunya.wordpress.com&amp;blog=5627575&amp;post=194&amp;subd=aditpunya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita dapat melihat bahwa <br />bukan kebahagiaan yang membuat kita berterimakasih, namun rasa <br />terima kasihlah yang membuat kita berbahagia. (Albert Clarke)<span class="fullpost"> </p>
<p></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aditpunya.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aditpunya.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aditpunya.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aditpunya.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aditpunya.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aditpunya.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aditpunya.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aditpunya.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aditpunya.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aditpunya.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aditpunya.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aditpunya.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aditpunya.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aditpunya.wordpress.com/194/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditpunya.wordpress.com&amp;blog=5627575&amp;post=194&amp;subd=aditpunya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aditpunya.wordpress.com/2008/12/30/terima-kasih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afa993de563baac7dde5c24100536dbd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aditpunya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Semuanya Bermula Dari Sini</title>
		<link>http://aditpunya.wordpress.com/2008/12/30/semuanya-bermula-dari-sini/</link>
		<comments>http://aditpunya.wordpress.com/2008/12/30/semuanya-bermula-dari-sini/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2008 18:48:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditpunya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Seri TAUZIYAH]]></category>
		<category><![CDATA[Tahukah Anda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aditpunya.wordpress.com/2008/12/30/semuanya-bermula-dari-sini/</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah film yang sempat menarik perhatian saya. Ia berjudul Flat Liners. Di layar kaca HBO film ini sudah diputar lebih dari dua kali. Demikian tertariknya saya, sampai-sampai sempat menonton sampai dua kali. Film yang bertutur tentang eksperimen sejumlah mahasiswa kedokteran tentang kematian ini, cukup menggugah kesadaran saya akan makna hidup. Betapa tidak menggugah, di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditpunya.wordpress.com&amp;blog=5627575&amp;post=193&amp;subd=aditpunya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:justify;"><a href="http://2.bp.blogspot.com/_vHUMOBC9uaI/SVpvx9uiTrI/AAAAAAAAAnU/Qzlazfp308g/s1600-h/sell_on_change.JPG"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:320px;height:253px;margin:0 auto 10px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_vHUMOBC9uaI/SVpvx9uiTrI/AAAAAAAAAnU/Qzlazfp308g/s320/sell_on_change.JPG" alt="" border="0" /></a>Ada sebuah film yang sempat menarik perhatian saya. Ia berjudul Flat Liners. Di layar kaca HBO film ini sudah diputar lebih dari dua kali. Demikian tertariknya saya, sampai-sampai sempat menonton sampai dua kali. Film yang bertutur tentang eksperimen sejumlah mahasiswa kedokteran tentang kematian ini, cukup menggugah kesadaran saya akan makna hidup.</p>
<p>Betapa tidak menggugah, di gerbang kematian &#8211; sebagaimana dituturkan film ini &#8211; orang tidak membawa harta, nama besar, apa lagi pujian orang lain. Dan yang harus kita bawa adalah perbuatan-perbuatan kita selama hidup. Mengingat perbuatan setiap orang berbeda, maka dari lima mahasiswa kedokteran yang pernah mengalami kematian beberapa detik ini, pengalamannya amat berbeda.</p>
<p>Boleh saja sutradara film ini menyimpulkannya demikian. Namun, dari segi lain film ini menghadirkan makna berbeda bagi saya. Banyak orang sudah tahu, kalau gerakan alat pendeteksi jantung menunjukkan gerakan grafik yang berbeda, antara orang sehat dan sakit, apa lagi antara orang masih hidup dengan orang yang sudah meninggal. Yang jelas, orang masih hidup memiliki gerakan grafik naik turun. Sedangkan orang sudah meninggal, bergerak datar tanpa siklus naik turun.</p>
<p>Ini memang pekerjaan teknologi. Tapi bagi saya ia menghadirkan perlambang makna yang tidak dangkal. Sebagaimana kita rasakan sendiri, setiap manusia hidup yang manapun selalu &#8211; sekali lagi selalu &#8211; menjalani siklus. Setelah suka ada duka. Sehabis gelap ada terang. Siang berganti malam. Masa berkuasa berganti masa pensiun. Tidak ada yang bisa melawan hukum ini. Kahlil Gibran bahkan menulisnya secara amat indah : &#8216;ketika kita bercengkerama di kamar tamu dengan kebahagiaan, kesedihan sedang menunggu di kamar tidur&#8217;. Ini berati, kita hidup serumah dengan kebahagiaan dan kesedihan. Bagaimana kita bisa menghindar dan buang muka dari orang yang hidup serumah dengan kita ?</p>
<p>Tidak ada orang yang mengenal secara eksak apa yang terjadi setelah kematian. Namun, melihat paralel antara siklus gerakan alat pendeteksi jantung, dengan siklus hidup manusia yang mengenal naik turun, jangan-jangan kematian adalah awal dari kehidupan tanpa siklus. Dia datar dalam semua cuaca. Ini memang hanya sebuah spekulasi yang perlu pendalaman-pendalaman, dan pembuktian-pembuktian.<br /><span class="fullpost"><br />Pada sejumlah agama dan keyakinan yang saya tahu, kematian adalah awal dari proses pemurnian dan pembersihan. Atau dalam bahasa sebuah pilosopi timur, kembali ke titik nol. Di titik nol memang tidak ada positif maupun negatif. Tidak ada naik dan turun. Tidak ada besar dan kecil. Mirip dengan garis yang mendatar. Entah benar entah salah, inilah yang disebut sejumlah orang dengan terminologi seperti kemurnian, pencerahan, pembersihan jiwa.</p>
<p>Dalam posisi seperti ini, manusia tidak lagi memerlukan atribut-atribut seperti harta, kekuasaan, dan pujian. Semua ini menjadi tidak relevan, karena baik harta, kekuasaan, maupun pujian adalah angka-angka absolut yang mengenal siklus naik-turun. Lebih dari sekadar tidak butuh atribut, kemurnian dan pencerahan pada titik nol ini, juga menghadirkan kekebalan-kekebalan. Stres, penyakit, gangguan orang lain dalam bentuk apapun, tidaklah banyak pengaruhnya terhadap badan dan jiwa yang sudah sampai titik nol.</p>
<p>Dalam kejernihan saya ingin bertutur ke Anda, semuanya berawal dan berakhir di sini (baca : titik nol). Mirip dengan cerita Miyamoto Musashi, ketika Musashi dalam kebingungan berat dan kemudian bertanya ke gurunya. Sang guru hanya menjawab dengan sebuah gambar lingkaran di tanah.</p>
<p>Saya pribadi memang kadang bertemu titik nol tadi, kadang juga tidak. Maklum, masih menyandang status manusia hidup yang biasa. Lebih-lebih dalam tekanan-tekanan pekerjaan dan tekanan hidup yang berat. Siklus naik turun bergerak dalam ritme yang lebih besar dari biasanya. Akan tetapi, pada saat kita bisa melampaui suka-duka, naik-turun, kaya-miskin (sampai di titik nol), maka badan dan jiwa ini terasa amat ringan tanpa beban sedikitpun.</p>
<p>Mungkin lebih ringan dari kapas dan udara. Tidak ada beban masa lalu yang berat. Tidak ada ketakutan hari ini yang mengganggu. Apa lagi kekhawatiran akan masa depan. Semuanya hilang dan lenyap ditelan kesadaran.</p>
<p>Tentu ada yang bertanya, mampukah setiap orang mencapai titik nol ? Beban dan bekal orang hidup memang berbeda-beda. Ibarat berjalan jauh, ada yang membawa tas gendong berat, ada juga yang ringan. Dan yang membuat semuanya jadi berat dan ringan hanyalah satu : kualitas rasa syukur kita pada sang hidup dan kehidupan. Dalam kualitas rasa syukur yang tinggi, kesadaran muncul seperti sayap yang membuat semuanya jadi ringan.</p>
<p>Boleh saja ada orang yang meragukan hubungan antara rasa syukur dengan kesadaran. Dan bagi saya, dua hal ini seperti hubungan ibu anak. Rasa syukur adalah ibunya kesadaran. Coba saja perhatikan sendiri di lingkungan masing-masing, bukankah orang-orang yang tidak puas dan tidak pernah bersyukur, kesadarannya terbungkus oleh banyak sekali hal ? Keserakahan akan harta, terlalu bernafsu pada kekuasaan, kecemburuan pada prestasi orang lain, ketakutan kehilangan kursi kekuasaan, terlalu bernafsu untuk segera duduk di kursi kekuasaan, hanyalah sebagian bungkus kesadaran, yang diakibatkan oleh keringnya rasa sykur. Titik nol &#8211; sebagai awal dari semua hal &#8211; tentu saja amat dan teramat sulit dicapai dalam kehidupan seperti ini.<br /></span></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aditpunya.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aditpunya.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aditpunya.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aditpunya.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aditpunya.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aditpunya.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aditpunya.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aditpunya.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aditpunya.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aditpunya.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aditpunya.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aditpunya.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aditpunya.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aditpunya.wordpress.com/193/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditpunya.wordpress.com&amp;blog=5627575&amp;post=193&amp;subd=aditpunya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aditpunya.wordpress.com/2008/12/30/semuanya-bermula-dari-sini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afa993de563baac7dde5c24100536dbd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aditpunya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_vHUMOBC9uaI/SVpvx9uiTrI/AAAAAAAAAnU/Qzlazfp308g/s320/sell_on_change.JPG" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Persahabatan</title>
		<link>http://aditpunya.wordpress.com/2008/12/27/persahabatan/</link>
		<comments>http://aditpunya.wordpress.com/2008/12/27/persahabatan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Dec 2008 16:48:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditpunya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kiasan Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aditpunya.wordpress.com/2008/12/27/persahabatan/</guid>
		<description><![CDATA[Persahabatan tidak memerlukan basa-basi,Wajah dipoles,atau rayuan hati;Persahabatan tidak berlebihan memberi pujian,Persahabatan tidak memakai senyum dipermukaan. Persahabatan mengikuti proses alami,Menjauhi ajakan dan bujukan seni,Dengan berani memisahkan kebenaran dari dusta,Berbicara bahasa dari Dalam hati saja. Persahabatan tidak mengutamakan persyaratan,Menolak semboyan picik dan sempit pandangan,Dengan kasih sayang memenuhi maksud dan tujuan,Dalam kata ataupun dalam perbuatan. Persahabatan menyemangati yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditpunya.wordpress.com&amp;blog=5627575&amp;post=192&amp;subd=aditpunya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_vHUMOBC9uaI/SVZc4y2r5uI/AAAAAAAAAnM/u7eNcpYoJS8/s1600-h/BSwMuUpnU6.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:hand;width:320px;height:242px;margin:0 auto 10px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_vHUMOBC9uaI/SVZc4y2r5uI/AAAAAAAAAnM/u7eNcpYoJS8/s320/BSwMuUpnU6.jpg" border="0" /></a>Persahabatan tidak memerlukan basa-basi,<br />Wajah dipoles,atau rayuan hati;<br />Persahabatan tidak berlebihan memberi pujian,<br />Persahabatan tidak memakai senyum dipermukaan.</p>
<p>Persahabatan mengikuti proses alami,<br />Menjauhi ajakan dan bujukan seni,<br />Dengan berani memisahkan kebenaran dari dusta,<br />Berbicara bahasa dari Dalam hati saja.</p>
<p>Persahabatan tidak mengutamakan persyaratan,<br />Menolak semboyan picik dan sempit pandangan,<br />Dengan kasih sayang memenuhi maksud dan tujuan,<br />Dalam kata ataupun dalam perbuatan.</p>
<p>Persahabatan menyemangati yang lesu dan lelah,<br />Mengubah si penakut menjadi gagah,<br />Menperingatkan yang bersalah,menerangkan yang suram<br /><span class="fullpost"> <br />Persahabatan &#8212; Murni,tidak mementingkan diri,<br />Sepanjang kehidupan kita yang diberi,<br />Menguatkan,meluaskan,memanjangkan,memelihara<br />Hubungan antar manusia dengan manusia.<br /></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aditpunya.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aditpunya.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aditpunya.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aditpunya.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aditpunya.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aditpunya.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aditpunya.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aditpunya.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aditpunya.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aditpunya.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aditpunya.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aditpunya.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aditpunya.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aditpunya.wordpress.com/192/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditpunya.wordpress.com&amp;blog=5627575&amp;post=192&amp;subd=aditpunya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aditpunya.wordpress.com/2008/12/27/persahabatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afa993de563baac7dde5c24100536dbd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aditpunya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_vHUMOBC9uaI/SVZc4y2r5uI/AAAAAAAAAnM/u7eNcpYoJS8/s320/BSwMuUpnU6.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Anak Yang Bijak</title>
		<link>http://aditpunya.wordpress.com/2008/12/27/anak-yang-bijak/</link>
		<comments>http://aditpunya.wordpress.com/2008/12/27/anak-yang-bijak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Dec 2008 16:43:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditpunya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kiasan Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aditpunya.wordpress.com/2008/12/27/anak-yang-bijak/</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari, ayah dari suatu keluarga yang sangat sejahtera membawa anaknya bepergian ke suatu negara yang sebagian besar penduduknya hidup dari hasil pertanian, dengan maksud untuk menunjukkan bagaimana kehidupan orang-orang yang miskin. Mereka menghabiskan waktu berhari-hari di sebuah tanah pertanian milik keluarga yang terlihat sangat miskin. Sepulang dari perjalanan tersebut, sang ayah bertanya kepada anaknya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditpunya.wordpress.com&amp;blog=5627575&amp;post=191&amp;subd=aditpunya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://4.bp.blogspot.com/_vHUMOBC9uaI/SVZbcXNOGAI/AAAAAAAAAnE/TeNQpJfqrH0/s1600-h/42-15533675.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:hand;width:317px;height:320px;margin:0 auto 10px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_vHUMOBC9uaI/SVZbcXNOGAI/AAAAAAAAAnE/TeNQpJfqrH0/s320/42-15533675.jpg" border="0" /></a>Suatu hari, ayah dari suatu keluarga yang sangat sejahtera <br />membawa anaknya bepergian ke suatu negara yang sebagian besar <br />penduduknya hidup dari hasil pertanian, dengan maksud untuk <br />menunjukkan bagaimana kehidupan orang-orang yang miskin.</p>
<p>Mereka menghabiskan waktu berhari-hari di sebuah tanah <br />pertanian milik keluarga yang terlihat sangat miskin. <br />Sepulang dari perjalanan tersebut, sang ayah bertanya kepada <br />anaknya, &#8220;Bagaimana perjalanan tadi?&#8221; &#8220;Sungguh luar biasa,<br />Pa.&#8221;<br />&#8220;Kamu lihat kan bagaimana kehidupan mereka yang miskin?&#8221; <br />tanya sang ayah. &#8220;Iya, Pa,&#8221; jawabnya. &#8220;Jadi, apa yang dapat <br />kamu pelajari dari perjalanan ini?&#8221; tanya ayahnya lagi.</p>
<p>Si anak menjawab, &#8220;Saya melihat kanyataan bahwa kita mempunyai <br />seekor anjing sedangkan mereka memiliki empat ekor.</p>
<p>Kita punya sebuah kolam yang panjangnya hanya sampai ke <br />tengah-tengah taman, sedangkan mereka memiliki sungai kecil <br />yang tak terhingga panjangnya.</p>
<p>Kita memasang lampu taman yang dibeli dari luar negeri dan <br />mereka memiliki bintang-bintang di langit untuk menerangi <br />taman mereka.</p>
<p>Beranda rumah kita begitu lebar mencapai halaman depan dan <br />milik mereka seluas horison.</p>
<p>Kita tinggal dan hidup di tanah yang sempit sedangkan mereka <br />mempunyai tanah sejauh mata memandang. </p>
<p>Kita memiliki pelayan yang melayani setiap kebutuhan kita <br />tetapi mereka melayani diri mereka sendiri.<br /><span class="fullpost"> </p>
<p>Kita membeli makanan yang akan kita makan, tetapi mereka <br />menanam sendiri.</p>
<p>Kita mempunyai dinding indah yang melindungi diri kita dan <br />mereka memiliki teman-teman untuk menjaga kehidupan mereka.</p>
<p>Dengan cerita tersebut, sang ayah tidak dapat berkata apa-apa. <br />Kemudian si anak menambahkan, &#8220;Terima kasih, Pa, akhirnya aku <br />tahu betapa miskinnya diri kita.&#8221;</p>
<p>Terlalu sering kita melupakan apa yang kita miliki dan hanya <br />berkonsentrasi terhadap apa yang tidak kita miliki. Kadang <br />kekurangan yang dimiliki seseorang merupakan anugerah bagi <br />orang lain.</p>
<p>Semua berdasar pada perspektif setiap pribadi. Pikirkanlah apa <br />yang akan terjadi jika kita semua bersyukur kepada Tuhan atas <br />anugerah yang telah disediakan oleh-Nya bagi kita, daripada <br />kuatir untuk meminta lebih lagi.<br />(submitted by salman@d&#8230;)<br /></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aditpunya.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aditpunya.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aditpunya.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aditpunya.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aditpunya.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aditpunya.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aditpunya.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aditpunya.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aditpunya.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aditpunya.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aditpunya.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aditpunya.wordpress.com/191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aditpunya.wordpress.com/191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aditpunya.wordpress.com/191/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditpunya.wordpress.com&amp;blog=5627575&amp;post=191&amp;subd=aditpunya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aditpunya.wordpress.com/2008/12/27/anak-yang-bijak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afa993de563baac7dde5c24100536dbd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aditpunya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://4.bp.blogspot.com/_vHUMOBC9uaI/SVZbcXNOGAI/AAAAAAAAAnE/TeNQpJfqrH0/s320/42-15533675.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kesulitan Anda</title>
		<link>http://aditpunya.wordpress.com/2008/12/27/kesulitan-anda/</link>
		<comments>http://aditpunya.wordpress.com/2008/12/27/kesulitan-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Dec 2008 15:54:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditpunya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kata - kata Bijak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aditpunya.wordpress.com/2008/12/27/kesulitan-anda/</guid>
		<description><![CDATA[Tidak banyak gunanya memberitahu orang lain tentang kesulitan anda, separuh dari mereka tidak peduli, sedang separuh yang lain malah senang mendengarnya. (Brenda French)<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditpunya.wordpress.com&amp;blog=5627575&amp;post=190&amp;subd=aditpunya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak banyak gunanya memberitahu orang lain tentang kesulitan <br />anda, separuh dari mereka tidak peduli, sedang separuh yang <br />lain malah senang mendengarnya. (Brenda French)<span class="fullpost"> </p>
<p></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aditpunya.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aditpunya.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aditpunya.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aditpunya.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aditpunya.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aditpunya.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aditpunya.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aditpunya.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aditpunya.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aditpunya.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aditpunya.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aditpunya.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aditpunya.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aditpunya.wordpress.com/190/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditpunya.wordpress.com&amp;blog=5627575&amp;post=190&amp;subd=aditpunya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aditpunya.wordpress.com/2008/12/27/kesulitan-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afa993de563baac7dde5c24100536dbd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aditpunya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jerawat Tak Selamanya Hilang Begitu Saja</title>
		<link>http://aditpunya.wordpress.com/2008/12/27/jerawat-tak-selamanya-hilang-begitu-saja/</link>
		<comments>http://aditpunya.wordpress.com/2008/12/27/jerawat-tak-selamanya-hilang-begitu-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Dec 2008 10:31:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aditpunya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Tahukah Anda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aditpunya.wordpress.com/2008/12/27/jerawat-tak-selamanya-hilang-begitu-saja/</guid>
		<description><![CDATA[Mira terbiasa menghabiskan sebagian besar waktunya di meja rias setiap pagi dan sebelum tidur, mengamati dengan seksama tiap pori di wajahnya. Riri seringkali harus menahan emosi yang bergejolak di dadanya tiap kali ia menyentuh lekukan kecil bekas luka di pipinya. Anto ingat betul bagaimana perasaannya ketika dulu ia sering dianggap kurang menjaga kebersihan wajahnya. Ketiga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditpunya.wordpress.com&amp;blog=5627575&amp;post=189&amp;subd=aditpunya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:justify;"><a href="http://1.bp.blogspot.com/_vHUMOBC9uaI/SVYGiwpx2DI/AAAAAAAAAm8/PT9vWqc7cJ0/s1600-h/images.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:230px;height:184px;margin:0 auto 10px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_vHUMOBC9uaI/SVYGiwpx2DI/AAAAAAAAAm8/PT9vWqc7cJ0/s320/images.jpg" alt="" border="0" /></a><br />Mira terbiasa menghabiskan sebagian besar waktunya di meja rias setiap pagi dan sebelum tidur, mengamati dengan seksama tiap pori di wajahnya.</p>
<p>Riri seringkali harus menahan emosi yang bergejolak di dadanya tiap kali ia menyentuh lekukan kecil bekas luka di pipinya.</p>
<p>Anto ingat betul bagaimana perasaannya ketika dulu ia sering dianggap kurang menjaga kebersihan wajahnya.</p>
<p>Ketiga contoh diatas memiliki satu kesamaan: semuanya pernah mengalami masalah dengan jerawat. Anda boleh menyebutnya apa saja, tapi jerawat jelas bukan bahan tertawaan bagi mereka. Demikian juga bagi lebih 20 juta remaja AS, yang menurut American Academy of Dermatology (AAD), juga mengalaminya.</p>
<p>Meski data statistik mengenai jerawat pada remaja terlihat amat mudah diperoleh, tidak demikian halnya dengan data penderita jerawat dewasa. Namun mereka yang menanganinya mengatakan angka ini bisa lebih tinggi dari yang diperkirakan.</p>
<p>&#8220;Setidaknya 50 persen dari penderita kasus jerawat yang saya tangani berusia diatas 30,&#8221; ujar Dr. Jon Morgan, yang membuka praktek pribadi di Columbia, S.C. &#8220;Dari jumlah tersebut, 20 persennya pertama kali mengalaminya diatas usia 20. Adalah suatu pandangan yang salah menganggap bahwa jerawat akan hilang dengan berakhirnya masa remaja.</p>
<p>Bagi Mira, jerawat seakan telah menjadi teman seumur hidupnya. &#8220;Saat usiaku menginjak 24, aku menyadari bahwa jerawat tak akan pernah hilang dari wajahku,&#8221; kata PR eksekutif yang kini berusia 26 tahun itu, seraya menambahkan bahwa &#8220;biaya dan nyeri&#8221;—kurang biaya dan takut akan nyeri yang akan dirasakan saat pengobatan—merupakan alasannya tak pernah menemui dokter kulit. &#8220;Aku mengatasinya sendiri di rumah, dengan caraku sendiri yang terkadang agak ‘nyeleneh’. Aku telah mencoba berbagai macam cara, menggunakan pasta gigi, Listerine atau Vick’s Vaporub. Terkadang obat-obatan itu membuat wajahku terasa terbakar, tapi setidaknya mereka lebih murah daripada obat-obat jerawat yang dijual bebas.&#8221;<br />&lt;span class=&#8221;fullpost&#8221;<br />Ketika saatnya mencari pekerjaan, Mira memastikan tunjangan kesehatan yang diterimanya meliputi biaya konsultasi ke dokter kulit. Setelah menjalani kombinasi perawatan, termasuk diantaranya pemakaian salep kulit, peeling kulit dengan asam glikolat, dan antibiotik tetrasiklin, wajahnya mulai menjadi bersih. Kini, sementara jerawatnya muncul terkendali dan ia terus mengikuti program perawatan kulit, Mira juga mencoba mengubah beberapa kebiasaan buruknya.</p>
<p>&#8220;Dokterku mengajarkan untuk tidak terlalu sering berada di depan cermin, karena semakin sering aku di depan cermin, aku semakin tergoda untuk memencet jerawatku. Jadi, sekarang aku tak begitu sering melihat ke cermin lagi, dan yang jelas, aku sudah tidak super-paranoid lagi.&#8221;</p>
<p>Terlalu mengkhawatirkan dan sering memencet-mencet jerawat telah menjadi rutinitas psikis bagi seorang penderita jerawat, jelas Morgan. &#8220;Memencet jerawat kelihatannya merupakan cara terbaik untuk melenyapkannya. Dan hal ini telah menjadi suatu insting. Tapi sebenarnya hal ini tidak dapat menyembuhkan jerawat, malah meningkatkan resiko timbulnya bekas setelah sembuh,&#8221; ujar anggota resmi AAD ini.</p>
<p>&#8220;Saya pikir jika saya memencetnya, saya dapat mengeluarkannya dan akan terbebas darinya,&#8221; ujar Riri, seorang penari professional berusia 34 tahun, sekaligus ibu dari dua anak, yang mengalami periode terparahnya pada usia pertengahan hingga akhir 20-an. &#8220;Ada rasa benci pada diri sendiri saat itu. Saya ingat saya merasa amat marah ketika melakukannya. Tentu saja, kini saya harus menanggung bekas lukanya, baik di luar maupun di dalam.&#8221;</p>
<p>Pada kasus Riri, berulang kali mengunjungi dokter kulit tak membuahkan hasil. Justru pil KB yang akhirnya berhasil mengurangi jerawatnya. Dan ketika hamil anak pertamanya di usia 29, jerawat di wajahnya hilang begitu saja. &#8220;Kasus ini adalah kasus jerawat dewasa karena pengaruh hormonal, jelas Dr. Gloria Graham, yang juga pernah mengalami sendiri kasus serupa. &#8220;Pada wanita, dengan peningkatan hormon pria (yang normal terdapat dalam jumlah sedikit pada wanita), jerawat akan lebih mudah muncul. Konsumsi estrogen dapat menyeimbangkan sistem ini. Itulah sebabnya, terapi hormonal berhasil pada banyak wanita.&#8221;</p>
<p>Menghindari bekas luka permanen telah menjadi prinsip perawatan yang diterapkan Dr. Morgan. Ia juga tak menganjurkan pemakaian antibiotik jangka panjang untuk mengatasi jerawat. &#8220;Mencoba menyelamatkan’ wajah dan menghindari timbulnya bekas luka permanen benar-benar pekerjaan yang menyenangkan. Saya tak setuju penggunaan antibiotik jangka panjang yang tak begitu manjur dan masih memungkinkan timbulnya bekas jerawat,&#8221; jelas Morgan.</p>
<p>Seorang mantan penderita lain, Anto, berpendapat, &#8220;Jerawat itu benar-benar seperti bakteri yang tumbuh di wajah kita. Ketika jerawatnya pecah, wajah menjadi bersih—sepertinya selama ini saya tidak menjaga kebersihan wajah saja. Sebenarnya, itu merupakan keturunan. Tapi meskipun anda telah mengetahui hal ini, anda tak dapat terlepas dari pandangan orang-orang mengenai hal ini. Banyak orang mengira, &#8220;Orang ini pasti jorok sekali dan tak pernah memperhatikan dirinya sendiri.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tiap orang punya pendapatnya sendiri. Dan terkadang opini mereka amat kejam. Mereka berjalan sambil lalu dan ketika berpapasan denganku mereka seenaknya mengomentari wajahku, sementara mereka memiliki kulit sehalus porselin dan menasehatiku tentang apa yang seharusnya kulakukan. Saya jadi merasa amat ‘kecil’ karena mereka pikir saya sengaja melakukannya pada diri sendiri. Itu amat buruk, kejam, dan menyakitkan,&#8221; tambah Anto.</p>
<p>Seperti penderita jerawat dewasa lainnya, kedewasaan merupakan kunci psikologis mengatasi masalah ini. &#8220;Aku menganggapnya sebagai pembentuk kepribadianku,&#8221; ujar Mira. &#8220;Ketika aku mengalaminya, kecantikan sepertinya merupakan hal terpenting di dunia ini. Namun kini aku menggunakan pengalaman itu untuk menilai karakter orang dengan lebih baik, karena yang ada di dalam hatilah yang lebih penting.&#8221; (Sari)</p>
<p>&gt; </span></p>
<p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aditpunya.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aditpunya.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aditpunya.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aditpunya.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aditpunya.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aditpunya.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aditpunya.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aditpunya.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aditpunya.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aditpunya.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aditpunya.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aditpunya.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aditpunya.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aditpunya.wordpress.com/189/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aditpunya.wordpress.com&amp;blog=5627575&amp;post=189&amp;subd=aditpunya&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aditpunya.wordpress.com/2008/12/27/jerawat-tak-selamanya-hilang-begitu-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afa993de563baac7dde5c24100536dbd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aditpunya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_vHUMOBC9uaI/SVYGiwpx2DI/AAAAAAAAAm8/PT9vWqc7cJ0/s320/images.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
